Rabu, 27 September 2017

Keutamaannya


Ilmu adalah alatnya  pengetahuan adalah hasilnya, pengalamanpun tak luput dari keduanya, because experience is the best teacher, katanya!.
Tak peduli setting  dan latar apalagi generasi millenial asalkan ke tiga keniscayaan tersebut bisa di dapatkan bagi dia pecinta dan penggilanya.

Dari Anas ra. bahwasanya Nabi saw. bersabda : “Tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina, karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka kepada para penuntut ilmu karena senang (rela) dengan yang ia tuntut.”(H.R. Ibnu Abdil Bar).

Begitu pentingnya, inilah maka rasional dan logis  sliwar sliwernya mereka, yang berasal dari kota A mencari keniscayaan ke kota B, yang B ke C, yang C ke A dan kemana-kemana, bukan karna tak tahu arah jalan pulang tapi itu sebuah kesadaran. Kesadaran akan pentingnya keniscayaan.


Sebrangilah lautan dalam karena disana ada keindahan terumbu karang, jelajahilah gunung terjal karna disana ada kedamaian alam, tembuslah benteng tebal karna disebrang ada perubahan, bertempurlah karna disana ada kemerdekaan, "ngopi"lah karna disana ada kenikmatan.

Tak ada yang tak mungkin, tak ada yang tak berpotensi, so Be expressive! Don't be afraid,  Don't be afraid, and Don't be afraid!

Inilah jalan mewujudkan dirimu manusia, khoirunnas anfauhum linnas (sebaik2 manusia adalah yang berguna bagi manusia lainya).
"Manusia" jangan kolot sudah tidak trend pandangan manusia dengan lekatan identitasnya, negaramu agamamu etnismu warna kulitmu bukalah batasan bagi kanusiaan, manusia adalah 'zoon politicon' tak ada manusia yang sanggup bertahan hidup tanpa manusia lainnya.
Teori motivasi Abraham Maslow (1943-1970) terdapat lima pokok kebutuhan manusia yang paling mendasar,
Kebutuhan Fisiologis,Kebutuhan Keamanan keselamatan,Kebutuhan akan rasa cinta, Kebutuhan Pengghargaan, dan Aktualisasi Diri.
Sangat tidak mungkin hal itu tercapai tanpa orang lain.

Tak ada manusia yang mencintai kekerasan,  tak ada manusia yang menyayangi penindasan semua sayang lan rindu kedamaian.  Bukan kediaman yang mampu menciptakan,  action pergerakanlah yang akan berbuah perubahan. Lemah bukan untuk terus diam dan mendiamkan kedamaian hanya sebuah angan,  semua lemah tanpa nutrisi semua lemah tanpa vitamin, kuatkan hatimu dengan SQ mu, kuatkan pribadimu dengan EQ mu, lengkapilah bekalmu dengan IQ mu. Jadilah individu yang tangguh karna hanya individu yang tangguhlah yang Bisa menciptakannya. John C Maxwell
dalam bukunya "360 degree Leader"
Menyadarkan tak harus jadi seorang ketua atau posisi paling atas untuk menjadi seorang pemimpin, dimanapun posisimu pasti sanggup mempunyai pengaruh yang besar tinggal seperti apa kualitasmu".
Tak perlu menunggu jadi orang tua jadi guru bahkan pejabat untuk membuat perubahan. Rubahlah semua yang dapat kita jangkau,  sesuatu yang besar berasal dan berawal dari yang kecil,  sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.
Mampulah meregulasi diri mampulah memanajemen diri,  sangguplah karena seaungguhnya
keberagamanlah yang akan buat dirimu dan dunia semakin l… Baca selengkapnya                       
[15:14, 27/9/2017] Mbk Fina: Ilmu adalah alatnya  pengetahuan adalah hasilnya, pengalamanpun tak luput dari keduanya, because experience is the best teacher, katanya!.
Tak peduli setting  dan latar apalagi generasi millenial asalkan ke tiga keniscayaan tersebut bisa di dapatkan bagi dia pecinta dan penggilanya.

Dari Anas ra. bahwasanya Nabi saw. bersabda : “Tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina, karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka kepada para penuntut ilmu karena senang (rela) dengan yang ia tuntut.”(H.R. Ibnu Abdil Bar).

Begitu pentingnya, inilah maka rasional dan logis  sliwar sliwernya mereka, yang berasal dari kota A mencari keniscayaan ke kota B, yang B ke C, yang C ke A dan kemana-kemana, bukan karna tak tahu arah jalan pulang tapi itu sebuah kesadaran. Kesadaran akan pentingnya keniscayaan.


Sebrangilah lautan dalam karena disana ada keindahan terumbu karang, jelajahilah gunung terjal karna disana ada kedamaian alam, tembuslah benteng tebal karna disebrang ada perubahan, bertempurlah karna disana ada kemerdekaan, "ngopi"lah karna disana ada kenikmatan.

Tak ada yang tak mungkin, tak ada yang tak berpotensi, so Be expressive! Don't be afraid,  Don't be afraid, and Don't be afraid!

Inilah jalan mewujudkan dirimu manusia, khoirunnas anfauhum linnas (sebaik2 manusia adalah yang berguna bagi manusia lainya).
"Manusia" jangan kolot sudah tidak trend pandangan manusia dengan lekatan identitasnya, negaramu agamamu etnismu warna kulitmu bukalah batasan bagi kanusiaan, manusia adalah 'zoon politicon' tak ada manusia yang sanggup bertahan hidup tanpa manusia lainnya.
Teori motivasi Abraham Maslow (1943-1970) terdapat lima pokok kebutuhan manusia yang paling mendasar,
Kebutuhan Fisiologis,Kebutuhan Keamanan keselamatan,Kebutuhan akan rasa cinta, Kebutuhan Pengghargaan, dan Aktualisasi Diri.
Sangat tidak mungkin hal itu tercapai tanpa orang lain.

Tak ada manusia yang mencintai kekerasan,  tak ada manusia yang menyayangi penindasan semua rindu akan kedamaian.  Bukan kediaman yang mampu menciptakan,  action pergerakanlah yang akan berbuah perubahan. Lemah bukan untuk terus  mendiamkan kedamaian hanya sebuah angan,  semua lemah tanpa nutrisi semua lemah tanpa vitamin, kuatkan hatimu dengan SQ mu, kuatkan pribadimu dengan EQ mu, lengkapilah bekalmu dengan IQ mu. Jadilah individu yang tangguh karna hanya individu yang tangguhlah yang Bisa menciptakannya.
 John C Maxwell
dalam bukunya "360 degree Leader"
Menyadarkan tak harus jadi seorang ketua atau posisi paling atas untuk menjadi seorang pemimpin, dimanapun posisimu pasti sanggup mempunyai pengaruh yang besar tinggal seperti apa kualitasmu".
Tak perlu menunggu jadi orang tua jadi guru bahkan pejabat untuk membuat perubahan. Rubahlah semua yang dapat kita jangkau,  sesuatu yang besar berasal dan berawal dari yang kecil,  sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.
Mampulah meregulasi diri mampulah memanajemen diri,  sangguplah karena sesungguhnya
keberagamanlah yang akan buat dirimu dan dunia semakin luas semakin lndah dan semakin berwarna,
And the Peace of Humanity is harga mati bagi millenial ini.

Kreta Logawa Jombang-Jember
Menebus Dosa 18 tahun





Prejudice, yes it's prejudice...
Ketakutan (fear), kurasa hal ini terkonstruk dalam diriku sejak dini. Bagaimana keluarga batih membentengiku dengan prinsip bahwa kita dan mereka berbeda, selagi mereka tidak mengganggu prinsip maupun ritual peribadatan kita dan kitapun tidak mengganggu mereka, maka hal itu cukup sebagai perwujudan nilai toleransi.


Ya! Aku (kita) adalah mayoritas mereka adalah minoritas, Selama 18 tahun kujalani hidup didesa kecil itu, pulau jaya lampung selatan (sebelum berangkat ke banyuwangi) tanpa melanggar dari prinsip keluargaku. Hari ini aku sadar dan berani membuat hipotesa bahwa keluarga batihku ternyata mengalami "kristen phobia".

Ku teringat dengan cerita (sejarah) yang diceritakan beberapa tahun silam pada saat aku masih disekolah dasar, yaitu pada waktu kakek nenekku baru menjadi pendatang di desa itu sekitar tahun 60an, ya itu sebelum aku melihat dunia bahkan ibukupun belum lahir. Mayoritas pendatang beragama islam, tak lama berada di tempat itu ada sekelompok (golongan) kecil kerap membagikan sembako secara gratis setiap minggunya. Meski dengan menyimpan pertanyaan "kok bisa?" Dalam hati, namun khusnudzon menerima dan berterimakasih.
Setelah beberapa minggu golongan tersebut mulai melakukan dialog intim dengan masyarakat, "kami akan memberikan tanah (sawah), rumah dan juga hewan ternak (sapi), apabila anda mau masuk ke agama kami" ujar golongan tersebut. Ada yang bersedia menerima, namun keluarga kakek menolak itu. Dan semenjak itu, konstruk streotype terbangun dan dirumuskan prinsip2 dalam keluarga tentang batasan & bentuk toleransi, diturunkan kepada ibuku dan hari ini ada pada diriku.

Maka tidak heran ketika masuk ke tempat nonmuslim, bahkan mendekatinya saja hati langsung berdegub lebih kencang, entah seperti apa dan bagaimana tapi itulah histori yang kusadari hari ini, kenapa hal tersebut dapat terjadi dalam diriku.


Event ramadhan tahun ini sangat berkesan dalam hidupku, untuk yang pertama kalinya masuk ke tempat ibadah non muslim yaitu GKJW Banyuwangi, aku berdiri dengan degup jantung yang membuat wajah pucat tepat di hadapan Salib yang menyala dengan nur      berwarna hijau. Saat itu adalah event yang diselenggarakan oleh GKJW BWI dan aku hanya sebagai kader yang diajak oleh presidium Gusdurian Banyuwangi mas tejo, beliau sebagai salah satu narasumber bersama gus Aan dan pendeta Natael.
Awal mula kuberani keluar dari zona amanku selama hidup, takut, tegang, merasa bersalah dansebagainya campur aduk dalam fikiran dan hati dalam diri. Namun semua dapat mencair dengan keramahan dan senyum ikhlas dari saudaraku tuan rumah yang mendamaikan hati.

Ya! Tentu itu tanpa sepengatahuan orang tuaku. Dan iya hari ini aku disini di pelatihan ini dg pengalaman kesasarpun tanpa sepengatahuan beliau ibuku, aku belum cukup berani.


Mendengar mas Andreas (oikmas gki jawa) dan Gus aan (gusdurian jombang) tentang kejujuran kami (peserta pelatihan) dalam menuliskan doktrin agama dan penilaian terhadap agama lain, seakan tertampar dan tercambuk diri ini, kunilai itu bentuk "Bias". menyadarkanku bahwa aku mempunyai Dosa masa lalu yang harus kutebus.


Dalam hidup kubentengi diri untuk tidak keluar dari prinsip yang kuterima, dengan sadar kita membuat mereka tidak nyaman dalam bermasyarakat. Saling tidak mengganggu, berteman tanpa bersahabat dengan mereka, No! untuk makan bareng dengan mereka, dan sebagainya.

Kubuat janji dalam diri kuberhutang dalam diri, sepulang dari sini (jombang) ke banyuwangi kuberusaha mengikis konstruk skat tersebut, dan sepulangku dari Banyuwangi ke lampung kutebus dosa 18 tahun itu, kuberanikan diri datang ke mereka kerumah mereka untuk meminta maaf memperbaiki hubungan silaturrahim kami, persahabatan kami, kekeluargaan kami yang tertunda, meski saat ini beberapa dari mereka telah meninggalkan saya, bukan meninggalkan ke alam lain, tapi hijrah ke status tidak jomblo (menikah). Bismillah 😊

Keutamaannya Ilmu adalah alatnya  pengetahuan adalah hasilnya, pengalamanpun tak luput dari keduanya, because experience is the best te...