Minggu, 04 Juni 2017

Fiksi or Fakta



Sahur’s Story


Sahur Bersama sudah menjadintardisi kita secara kompak untuk menikmati makan yang InsyaAllah barokah dalam menyambut puasa. Sahur dengan Niatnya merupakan awal untuk berpuasa juga ahir pertandanya kita mulai puasa (menahan lapar dan haus)
Lauk alakadarnya, tidak perlu eksklusif dan elit untuk menikmati makanan. Tradisi menyantap dengan kebersamaan merupakan cara kami menikmati makanan, seperti adat bangsa arab yang disunnahkan Rasulullah SAW.
Suasana setiap malam berbeda-beda, memuat silaturahim didalamnya, seperti malam ini,tawa menghiasi pipi dari semua sahabat. Karena dalam posisi umpel-umpelan (berdeppetan) semua saling dorong, saling tarik untuk mendapatkan makanan yang disajikan dalam satu nampan.

Hari ini rupanya si kucrut dan kucrit tidak lagi leluasa menyantap nasi, hal ini disebabkan karna si kucret yang berada di depan kucrit dan kucrut selalu menggodanya saat makan sehinnga merekapun kesal dan kucrit mengatakan “makan ko ga serius, ini menandakan alasan kenapa kucret selalu kurus” si kucrut pun menimpali “kapan kucret lemu (Gemuk)”. Serontak semuanya tertawa.. HA HA HA
Terdapat Nilai edukasi dari apa yang dibicarakan kucrit, secara filosofis: pertma kucrit mengasumsikan ssecara pesimis si kucret tidak akan lemu, kedua standar penilaian untuk kucret dari kriteria kurus tanpa pengecualian.
      To Be Contiue...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Keutamaannya Ilmu adalah alatnya  pengetahuan adalah hasilnya, pengalamanpun tak luput dari keduanya, because experience is the best te...