Sahur’s
Story
Sahur
Bersama sudah menjadintardisi kita secara kompak untuk menikmati makan yang
InsyaAllah barokah dalam menyambut puasa. Sahur dengan Niatnya merupakan awal untuk
berpuasa juga ahir pertandanya kita mulai puasa (menahan lapar dan haus)
Lauk
alakadarnya, tidak perlu eksklusif dan elit untuk menikmati makanan. Tradisi menyantap
dengan kebersamaan merupakan cara kami menikmati makanan, seperti adat bangsa
arab yang disunnahkan Rasulullah SAW.
Suasana
setiap malam berbeda-beda, memuat silaturahim didalamnya, seperti malam
ini,tawa menghiasi pipi dari semua sahabat. Karena dalam posisi umpel-umpelan
(berdeppetan) semua saling dorong, saling tarik untuk mendapatkan makanan yang
disajikan dalam satu nampan.
Hari
ini rupanya si kucrut dan kucrit tidak lagi leluasa menyantap nasi, hal ini
disebabkan karna si kucret yang berada di depan kucrit dan kucrut selalu
menggodanya saat makan sehinnga merekapun kesal dan kucrit mengatakan “makan ko
ga serius, ini menandakan alasan kenapa kucret selalu kurus” si kucrut pun
menimpali “kapan kucret lemu (Gemuk)”. Serontak semuanya tertawa.. HA HA HA
Terdapat Nilai edukasi dari apa yang
dibicarakan kucrit, secara filosofis: pertma kucrit mengasumsikan ssecara
pesimis si kucret tidak akan lemu, kedua standar penilaian untuk kucret dari
kriteria kurus tanpa pengecualian.
To Be Contiue...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar